SMAN 72 Jakarta Bergejolak: Ledakan Bikin Panik, Orang Tua Berhamburan Jemput Anak!
Oleh Ayu
•
Jakarta, 9 November 2025 - Pasca insiden ledakan yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara pada Jumat (7/11/2025) siang, sejumlah siswa kembali mendatangi sekolah untuk mengambil barang-barang pribadi mereka.
Widya, salah seorang orang tua siswa, menuturkan kepanikan yang terjadi saat kejadian. Begitu kejadian, guru langsung menginformasikan ke grup orang tua agar segera menjemput anak-anak karena ada 'darurat' di sekolah, ujarnya pada Sabtu (8/11/2025).
Menurut informasi yang beredar di grup orang tua, hanya siswa yang didampingi wali kelas yang diperbolehkan masuk untuk mengambil barang-barang mereka.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (8/11/2025) menunjukkan bahwa para siswa mulai berdatangan ke SMAN 72 sekitar pukul 14.30 WIB. Kedatangan mereka bertujuan untuk mengambil peralatan pribadi yang tertinggal, seperti tas, buku, dan lain sebagainya. Beberapa siswa tampak didampingi oleh orang tua mereka.
Saat ini wali kelas menginformasikan bahwa peralatan sekolah bisa diambil hari ini, kata Widya, yang turut mendampingi putrinya.
Insiden ledakan terjadi saat khotbah Jumat tengah berlangsung. Lokasi kelas putri Widya bersebelahan dengan masjid yang menjadi titik ledakan.
Widya berusaha memberikan dukungan moral kepada putrinya agar tidak mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Saya sebagai orang tua mensupport agar tidak trauma, ucapnya.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa ledakan terjadi saat ratusan siswa dan guru sedang mengikuti khotbah Jumat di aula sekolah.
Ketika khotbah Jumat sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula, kata Yohan dalam keterangannya pada Jumat (7/11/2025).
Saksi mata bernama Totong menceritakan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, siswa dan guru SMAN 72 sedang melaksanakan salat Jumat di masjid. Menurutnya, ledakan terjadi secara berurutan di tiga titik yang berbeda.
Setelah ledakan terjadi, jemaah langsung menghubungi ambulans dan aparat penegak hukum untuk mendapatkan bantuan.